Sabtu, 03 Oktober 2015

MEMBUAT CERPEN


PERJUANGAN TIADA AKHIR

Pada suatu hari hiduplah seorang bocah berumur 7 tahun bernama Tigor, ia tergolong kedalam keluarga yang kurang mampu, ayahnya hanyalah seorang nelayan di wilayah pesisir, sedangkan ibunya tidak bekerja karena penyakit batuk yang amat parah, itu yang membuat Tigor bertekad merubah keadaan keluarganya menjadi lebih baik lagi. Setiap hari Tigor bersekolah dengan tekun yang membuatnya menjadi juara kelas, mengingat tekadnya yang begitu kuat, tetapi Tigor tidak setiap hari belajar dengan keras, terkadang ia bermain sepak bola bersama teman-temannya di pantai, ia memang sangat berbakat sekali bermain sepak bola sampai-sampai tim yang dia bela selalu menang melawan tim lawan.

Setahun kemudian, pada hari itu Tigor gembira sekali karena ada seorang pelatih sepak bola yang mengadakan seleksi pemain muda di wilayah pesisir tempatnya tinggal, kabarnya yang lolos seleksi akan dimasukkan ke sebuah sekolah sepak bola di luar negeri. Dengan semangat dan tekadnya untuk merubah keadaan keluarganya ia memberanikan diri untuk mengikuti seleksi pemain muda tersebut, tak lupa ia mengajak teman-temannya mengikuti seleksi tersebut. Ternyata ia diterima oleh pelatih sepak bola tersebut untuk belajar di sekolah sepak bola di luar negeri, dia sangat senang sekali mendengar hasil seleksi tersebut ditambah lagi seluruh biaya sekolah sepak bola di luar negeri tersebut dibiayai oleh sang pelatih, tetapi ada yang membuat dia galau karena dia harus meninggalkan kedua orang tua tercintanya, kedua orang tua Tigor tidak memberatkan kepergian Tigor ke luar negeri.

Sudah saatnya Tigor berangkat ke sekolah sepak bola luar negeri, dia berpamitan kepada ayah ibu nya dan berjanji akan mengirimkan surat setiap hari. berhari-hari, berminggu-minggu, bertahun-tahun kemudian, sudah saatnya Tigor memilih tim sepak bola yang akan dia bela, tim yang di luar negeri atau tim di negaranya, dia ingin sekali membela tim di negaranya, karena ingin kembali ke negaranya rindu dengan kedua orang tuanya yang beberapa bulan terakhir ini tidak mengirim surat kepadanya, tetapi di sisi lain kondisis sepak bola di negara Tigor sudah diambang kehancuran yang dikarenakan monster-monster bola yang menghancurkan kreativitas, sportivitas sepak bola. Tigor akhirnya lebih memilih tim yang di luar negeri dikarenakan kondisi sepak bola di negaranya.
Akhirnya oleh sang pelatih, Tigor diberi kesempatan untuk pulang beberapa hari untuk melihat keadaan orang tuanya, saat sampai disana Tigor terkejut sekali karena kampung halamannya telah porak poranda akibat aktivitas pertambangan pasir yang tidak bertanggung jawab, wilayah pesisir yang indah dulu telah hancur, pantai indah yang dulu sering digunakan untuk sepak bola juga telah hancur, sekarang senja di wilayah pesisir tidak indah seperti dulu lagi. Tigor mulai berjalan menuju rumah orang tuanya dengan kepala tertunduk melihat kampungnya yang dulu telah hancur, lalu saat sampai di rumah orang tuanya hanya terlihat ibunya yang sedang batuk keras, saat bertemu ibunya, Tigor langsung memeluk ibunya dengan berlinangan air mata begitu juga sang ibu menangis tersedu-sedu, saat Tigor menanyakan tentang ayahnya ibunya hanya terdiam dan menangis, ternyata ayah Tigor telah tiada satu bulan lalu karena tenggelam saat berlayar. Tigor menangis dan berusaha meluapkan kesedihannya, jadi itulah mengapa orang tua Tigor beberapa bulan terakhir tidak mengirim surat.

Keesokan hari nya Tigor ingin mengajak ibunya ke luar negeri untuk berobat dan sekalian pindah dari tempat yang sudah hancur ini, ibunya mau dan langsung pada hari itu juga mereka berangkat ke luar negeri. Saat sampai di luar negeri Tigor memasukkan ibunya ke Rumah Sakit Fuchsia untuk menjalani pengobatan, dan dia mulai masuk tim sepak bola disana dan berlatih, dia bertekad menjadi pemain hebat. Bertahun-tahun kemudian jadilah Tigor pemain sepak bola terhebat sedunia, dia menjadi kaya raya, tetapi sifatnya tetap rendah hati, dia suka membantu orang-orang meminta bantuan padanya, dia hidup bahagia bersama ibu nya. Suatu saat Tigor pernah diwawancarai dan Tigor berkata “ waktu kecil, saya pernah berkata kepada ayah saya ingin mempunyai rumah yang mewah dan besar untuk kami tinggali, tetapi ayah saya tertawa dan mengelus kepala saya. Tapi sekarang saya telah menjawab keraguan ayah saya, dan mungkin ayah saya sedang tersenyum dan bangga kepada saya di surga”

END

Sabtu, 19 September 2015

Pengalaman yang Berkesan


Liburan ke Bandung


Assalamualaikum Wr. Wb

Saya akan menceritakan pengalaman saya ketika berlibur ke kota bandung, waktu itu adalah waktu libur panjang SMA, rencana saya ke bandung adalah untuk bertemu dengan kakak saya, dan ibu saya yang sudah disana lebih dulu sekaligus ingin melihat-lihat bagaimanakah kota bandung. karena jarak yang sangat jauh dari Surabaya, saya berangkat menggunakan kereta api, menggunakan kereta api pun masih jauh, saya nggak tau jarak pastinya berapa antara Surabaya-Bandung tapi yang pasti kalau naik kereta api lama waktunya sekitar 10-12 jam. Saya waktu itu berangkat ke Bandung sendirian jadi perjalanan terasa sangat lama dan membosankan.

Akhirnya saya tiba di Bandung, tepatnya di stasiun Kiaracondong, saya dijemput oleh kakak ipar saya menggunakan motor dan diantar ke tempat kos kakak saya di daerah cicaheum. Di kos kakak saya, saya hanya beristirahat sekitar 2 jam lalu langsung berangkat lagi ke Trans Studio Bandung bersama dengan kakak ipar saya, kakak saya, dan ibu saya. Saat memasuki Trans Studio exciting banget, dan penasaran karena memang ini yang pertama kalinya, saya, di Trans Studio ini terbagi 3 zona permainan yaitu ; The Lost City,The Magic Corner, dan Studio Central, disana ada banyak sekali permainan-permainan yang mengasyikan dan seru, dan tidak lupa di Trans Studio ada tokoh-tokoh film, kartun, dll yang berkeliaran di Trans Studio tersebut. Hari sudah mulai sore dan kami juga sudah lelah akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke kos kakak saya.

Keesokan hari nya saya diajak untuk jalan-jalan lagi di daerah wisata alam lembang tepatnya di Floating Market/Pasar Terapung  perasaan saya saat disana sangat tenang sekali karena pemandangan yang indah dan udara yang sejuk sekali, karena disana banyak sekali makanan khas Bandung, saya jadi ingin mencicipinya dan harganya lumayan terjangkau. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Kawah Putih di Ciwidey, di Kawah Putih hawa nya sangat dingin sekali, perasaan saya waktu kesana sangat takjub akan keajaiban alam yang ada di Bandung ini. Di kawah putih banyak orang yang mengatakan kalau bau belerangnya sangat menyengat, tapi yang saya rasakan tidak ada bau belerang yang menyengat seperti orang lain katakan.

Akhirnya tiba saat saya pulang bersama ibu saya kembali ke Surabaya, kakak ipar dan kakak saya tidak ikut karena kakak ipar saya bekerja di Bandung, memang kota Bandung tidak sebersih Surabaya tetapi banyak hal menarik di Bandung, dan itu adalah pengalaman yang tidak akan saya lupakan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rabu, 09 September 2015

Bahasa Indonesia

I. Iklan Yang Berkesan Untuk Anda

1. Iklan Terfavorit

        SNICKERS
 
KESAN : Saya rasa iklan ini sangat berkesan bagi saya, dan membuat saya tertawa. Kesannya kalo kita tidak memakan SNICKERS ini kita tidak menjadi diri kita sendiri dan menjadi orang lain yang bukan diri kita.


KOMENTAR : Akting dari Pak Torro Margens emang pas buat jadi orang yang marah-marah, di iklannya jelas ada 4 orang di dalam mobil, 3 orang yang lain mungkin umurnya sekitar 20an dan yang satu lagi adalah Pak Torro yang mulai marah-marah, dan aneh nya habis diberi SNICKERS Pak Torro ini menjadi anak umur 20an dan tidak marah-marah. Iklan ini memang pas banget dengan semboyan nya "LAPER MERUBAH ORANG"


2. Iklan Ter GJ (Gak Jelas)

         U MILD


KESAN : Kesan dari iklan ini mungkin sangat baik karena memuji masakan orang lain yang ternyata tidak enak, tetapi iklan tersebut tidak ada sangkut paut nya dengan rokok U MILD itu sendiri, jadi menurut saya ini adalah iklan yang GJ.


 KOMENTAR : Konsep iklan rokok kebanyakan tentang maskulin pria, saya rasa memang iklan iklan rokok banyak yang tidak jelas agar mengurangi pengguna rokok di Indonesia, saya setuju sekali dengan hal tersebut karena rokok sangat tidak bermanfaat maupun bagi dirinya sendiri atau orang lain.